Jumat, 15 Februari 2013

Belajar dan Pembelajaran


Apabila ada kesalahan mohon kritik dan sarannya ya,,,^_^,,,,,,,,

NO.
         Materi
                                  Pembahasan
         Kesimpulan
1.


















2.












3.


















4.

















































5.














6.
























7.



































































































8.





























































































 9






10.

Hakekat Pembelajaran

















Pengertian Belajar












Prinsip-prinsip Belajar

















Tipe-tipe Belajar

















































Ciri-ciri Belajar














Konsep dan Prinsip Belajar dan Pembelajaran






















Faktor-faktor kesulitan belajar


































































































Bimbingan dan penyuluhan di Sekolah



























































































 Tujuan bimbingan dan penyuluhan




Kolaborasi Guru dengan Orantua untuk Suksesnya pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsure-unsur manusiawi, materiel, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pemebelajaran.
Suatu system pembelajaran memiliki tiga cirri utama, yaitu memiliki rencana khusus, kesalingketergantungan antara unsure-unsurnya, dan tujuan yang hendak dicapai.
Unsur minimal dalam system pembelajaran adalah siswa, tujuan, dan prosedur, sedangkan fungsi guru dapat dialihkan kepada media pengganti. Unsur dinamis pada diri guru terdiri dari motivasi membelajarkan siswa dan kondisi guru siap membelajarkan siswa. Unsur pemebalajaran konkruen dengan unsure belajar yang meliputi motivasi belajar, sumber bahan beljar, alat bantu belajar, suasana belajar, dan subjek yang belajar.

Ahli pendidikan modern merumuskan bahwa perbuatan belajar sebagai berikut: “ belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Tingkah laku disini misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, timbulnya pengertian baru, serta timbul dan berkembangnya sifat-sifat social, susila, dan emosional”.
Menurut pendapat tradisional, belajar adalah menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan.

a.       Belajar harus bertujuan dan terarah.
b.      Belajar memerlukan bimbingan, baik bimbingan dari guru ataupun buku pelajaran itu sendiri.
c.       Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari sehingga diperoleh pengertian-pengertian.
d.      Belajar memerlukan latihan dan ulangan agar apa-apa yang telah dipelajari dapat dikuasainya.
e.       Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi saling pengaruh secara dinamis antara murid dengan lingkungannya.
f.       Belajar harus disertai keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan.
g.      Belajar dianggap berhasil apabila telah sanggup menerapkan ke dalam bidang praktek sehari-hari.

Tipe belajar yang dikemukakan oleh Gagne pada hakekatnya merupakan prinsip umum baik dalam belajar maupun mengajar. Kedelapan tipe-tipe belajar sebagai berikut:
a.       Belajar Isyarat
Seperti menutup mulut dengan telunjuk, isyarat mengambil sikap tak bicara. Jadi, respons yang dilakukan itu bersifat umum, kabur, dan emosional. Menurut Kimble (1961), bentuk belajar seperti ini biasanya bersifat tidak disadari, dalam arti respons diberikan secara tidak sadar.
b.      Belajar stimulus-respons (S-R)
Tipe belajar seperti ini bersifat spesifik. Mencium bau masakan sedap, keluar air liur, itupun ikatan S-R. Setiap respons dapat diperkuat dengan reinforcement.
c.       Belajar Rangkaian
Rangkaian seperti ini adalah semacam rangkaian motorik, seperti gerakan mengikat sepatu, makan minum.
d.      Asosiasi Verbal
Hubungan atau asosiasi verbal terbentuk bila unsure-unsurnya terdapat dalam urutan tertentu dan yang satu mengikuti yang lain.
e.       Belajar Diskriminasi
Tipe belajar ini adalah pembedaan terhadap berbagai rangkaian. Seperti membedakan berbagai bentuk wajah, binatang, atau tumbuh-tumbuhan.
f.       Belajar konsep
Konsep merupakan symbol bepikir. Hal ini diperoleh dari hasil membuat tafsiran terhadap fakta atau realita dan hubungan antara berbagai fakta. Kemampuan ini orang bias apabila bias diskriminasi.
g.      Belajar Aturan
Tipe belajar ini banyak terdapat dalam semua pelajaran di sekolah, seperti benda memuai bila dipanaskan atau besar sudut dalam sebuah segitiga sama dengan 180º. Oleh sebab itu dalam tipe ini setiap dalil atau rumus yang dipelajari harus dipahami artinya.
h.      Belajar Pemecahan Masalah
Memecahkan masalah adalah biasa dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini perlu pemikiran. Kesungguhan memecahkan masalah memperbesar kemampuan untuk memecahkan masala-masalah lain.

a.       Belajar berbeda dengan kematangan.
Pertumbuhan adalah saingan utama sebagai pengubah tingkah laku. Bila tingkah laku matang melalui secara wajar tanpa adanya pengaruh dari latihan, maka dikatakan bahwa  perkembangan itu adalah berkat kematangan dan bukan karena belajar.
b.      Belajar dibedakan dari perubahan fisik dan mental.
c.       Ciri belajar yang hasilnya relative menetap.
Hasil belajar dalam bentuk perubahan tingkah laku. Belajar berlangsung dalam bentuk latihan dan pengalaman. Tingkah laku itu berupa perilaku yang nyata dan dapat diamati.

Belajar memiliki tiga atribut pokok antara lain:
a.       Belajar merupakan proses mental dan emosional atau aktivitas pikiran dan perasaan.
b.      Hasil dari berupa perubahan perilaku, baik yang menyangkut kognitif, psikomotorik, maupun efektif.
c.       Belajar berkat mengalami baik mengalami secara langsung maupun mengalami secara tidak langsung (melalui media). Dengan kata lain, belajar terjadi di dalam interaksi dengan lingkungan (lingkungan fisik dan social).
Supaya belajar berjalan secara efektif perlu diperhatikan beberapa prinsip antara lain:
a.       Motivasi, yaitu dorongan untuk melakukan kegiatan belajar, baik itu motivasi intrinsic maupun ekstrinsik.
b.      Perhatian atau pemusatan energy terhadap pelajaran erat kaitannya dengan motivasi.
c.       Aktivitas belajar itu sendiri adalah aktivitas.
d.      Umpan balik di dalam belajar sangat penting, supaya siswa  segera mengetahui benar tidaknya pekerjaan yang ia lakukan.
e.       Perbedaan individual adalah tersendiri yang memiliki perbedaan dari yang lain.

Banyak hal atau hambatan yang menyebabkannya, tetapi pada pokoknya dapat digolongkan menjadi dua factor, yaitu:
a.       Faktor Indogin, ialah factor yang datang dari diri pelajar atau siswa sendiri. Faktor ini meliputi:
·         Faktor biologis (factor yang bersifat jasmaniah), misalnya:
1)      Kesehatan, factor penting di dalam belajar. Siswa yang tidak sehat badannya, tentu tidak dapat belajar dengan baik.
2)      Cacat Badan, dapat juga menghambat belajar dan yang termasuk cacat badan, misalnya setengah buta, setengah tuli, gangguan bicara, tangan hanya satu, dan lainnya. Anak-anak seperti ini hendaknya di masukkan ke pendidikan khusus.

·         Factor psikologis (factor yang bersifat rohaniah),termasuk:
1)      Intelegensi, bilamana pembawaan intelegensi anak memang rendah, maka anak tersebut akan sukar mencapai hasil belajar yang baik.
2)      Perhatian, untuk menjamin belajar yang baik,anak harus ada perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya.
3)      Minat, bahan pelajaran yang menarik minat/keinginan anak akan dapat dipelajari oleh anak dengan sebaik-baiknya.
4)      Bakat, anak memiliki bakat-bakat tersendiri sehingga ia akan lebih menonjol ke peljaran-pelajaran yang memang bakat dia. Oleh karena itu, bakat adalah hal yang juga, menentukan dalam kesuksesannya belajar.
5)      Emosional, dalam keadaan emosi yang mendalam ini tentu belajarnya mengalami hambatan-hambatan. Anak-anak semacam ini membutuhkan situasi yang cukup tenang dan penuh pengertian agar belajarnya dapat lancar.
b.      Faktor Eksogin, ialah factor yang datang dari luar pelajar atau siswa. Factor ini meliputi:
·         Factor linkungan keluarga, meliputi:
1)      Faktor orang tua, Orang tua yang mendidik anak-anaknya dengan cara memberikan pendidkan yang baik tentu akan sukses dalam belajarnya. Maka, disinilah peran pentingnya orang tua sebagai factor yang besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar anak.
2)      Factor suasana rumah, suasana rumah yang terlalu gaduh atau ramai tidak akan memberikan anak belajar dengan baik. Misalnya, rumah yang terlalu banyak penghuninya.
3)      Factor ekonomi keluarga, misalnya untuk membeli alat-alat sekolah, dengan alat0alat yang tidak lengkap inilah yang akan membuat anak mundur, kecewa dan putus asa sehingga dorongan belajar mereka kurang sekali.
·         Factor lingkungan sekolah, linkungan sekolah kadang-kadang menjadikan factor hambatan bagi anak, ternasuk factor ini, misalnya:
1)      Cara penyajian pelajaran yang kurang baik,
2)      Hubungan guru dan murid yang kurang baik,
3)      Hubungan antara anak dengan anak kurang menyenangkan,
4)      Bahan pelajaran yang terlalu tinggi di atas ukuran normal kemampuan anak,
5)      Alat-alat belajar di sekolah yang serba tidak memadai,
6)      Jam-jam pelajaran yang kurang baik.
·         Factor lingkungan masyarakat, termasuk lingkungan masyarakat dapat menghambat kemajuan belajar anatara lain:
1)      Media massa, seperti bioskop, radio, televise, surat kabar, majalah, dan sebagainya. Semua ini dapat member pengaruh yang kurang baik terhadap anak.
2)      Teman bergaul yang memberikan pengaruh yang tidak baik.
3)      Adanya kegiatan-kegiatan dalam masyarakat, misalnya adanya tugas-tugas organisasi, belajar pencak silat, belajar menari, dan sebagainya.
4)      Corak kehidupan tetangga.

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang terus-menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, penemuan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.
a.       Bimbingan dalam masalah-masalah pribadi, bantuan yang diberikan kepada siswa dalam dalam hal memecahkan masalah-masalah pribadi yang kompleks, terkait dengan kurang mampunya menyesuaikan diri dengan keadaan dirinya.
b.      Bimbingan karir adalah suatu aktivitas atau program membantu individu menerima, mengerti, dan mengintegrasikan pengetahuan,  pengalaman, dan apresiasi yang berkenaan dengan:
1)      Pemahaman diri
2)      Pemahaman terhadap pekerjaan masyarakat dan factor-faktor yang mempengaruhi perubahan secara tetap termasuk sikap dan disiplin.
3)      Kesadaran pembagian waktu luang yang mungkin dimainkan dalam kehidupan seseorang.
4)      Pemahaman terhadap kebutuahan dan berbagai factor yang dipertimbangkan dalam perencanaan karier.
5)      Pemahaman terhadap informasi dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai pemenuhan diri dalam bekerja dan waktu luang.
6)      Belajar dan meberapkan prosses pengambilan keputusan karier.
c.       Bimbingan karir kelompok, keterlibatan 3 orang atau lebih dalam suatu hubungan atau relasi konseling yang difokuskan pada klasifikasi dan kebersamaan informasi yang diperlukan dalam perencanaan karir.
d.      Bimbingan kelompok, memakai kelompok sekedar sebagai tempat, wadah, atau sasaran dilaksanakannya suatu usaha bimbingan, sedangkan dalam arti luas bimbingan kelompok mempergunakan dinamika kelompok yang benar-benar terarah dan positif untuk membantu memperkembangkan dirinya sendiri dalam menanggulangi masalah-masalah.
e.       Bimbingan Menggunakan waktu luang, bantuan yang diberikan kepada siswa dalam hal bagaimana menggunakan waktu lauangnya sehingga dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan produktif.
f.       Bimbingan Pendidikan, bantuan yang diberikan kepada individu siswa mengalami masalah atau kesulitan dalam bidang pendidikan agar mereka mampu untuk:
·         Mengenal situasi pendidikan yang dihadapi,
·         Mengenal study lanjut yang akan dimasuki,
·         Mampu membuat rencana pembelajaran yang akan ditempuhnya di masa yang akan dating sesuai dengan cita-cita, bakat, minat, dan kemampuannya,
·         Mampu memilih jurusan atau program pendidikan.
g.      Bimbingan pengajaran atau belajar, bantuan yang diberikan kepada individu siswa dalam masalah pengajaran dan belajar, terutama membantu individu siswa agar mampu belajar secara efektif dan efesien baik secara individual maupun kelompok.
h.      Bimbingan social, bantuan yang diberikan kepada siswa agar dia dapat menyesuiakan dirinya dalam lingkungan sosialnya.
i.        Bimbingan Pekerjaaan, proses membantu seseorang untuk menegembangkan dan menerima suatu integrasi dan gambaran yang kuat tentang dirinya dan perannya dalam dunia kerja, dengan menguji atau mengetes konsep ini terhadap realitas, dan memuaskan dirinya dan menguntungkan masyarakat.
j.        Penyuluhan atau Konseling, istilah penyuluhan atau konseling ini secara umum dapat diartikan sebagai suatu upaya bantuan diberikan kepada klien agar klien memperoleh konsep diri, pada akhirnya dalam hal penyuluhan atau konseling ini memperoleh konsep diri yang sewajarnya tentang:
1)      Dirinya sendiri,
2)      Orang lain,
3)      Pendapat orang lain tentang dirinya,
4)      Tujuan-tujuan yang hendak dicapainya,
5)      Kepercayaan.

Membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi, social, pendidikan, dan karier sesuai dengan tuntutan lingkungan.



a.       Memberikan dukungan dan dorongan secara wajar (supporting),
b.      Memahami bahwa setiap individu berbeda-beda (understanding),
c.       Memberi perhatian anak secara wajar oleh orangtua dan mengarahkan usaha anak, memberikan pujian, bantuan, dan dukungan ketika dibutuhkan oleh guru (caring),
d.      Berbicara sesuai dengan pikiran dan mengutarakan oleh orang tua dan memberikan waktu anak berintegrasi dengan yang lain (communication),
e.       Memberikan peluang untuk bereksperimen dan memcahkan masalah (eksperimentation)
f.       Mendorong anak untuk mengungkapkan perasaan, pengalaman, pikiran dan menawarkan saran-saran oleh orang tua, mendorong anak untuk bertukar pikiran oleh guru (sharing),
g.      Memuji anakk serta kretivitasnya oleh orantua, menghargai dan memuji pencapaian anak sekecil apapun itu (success).

Pengeryian pembelajaran disini adalah proses mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik dan sesuai yang diharapkan ke depannya.
Belajar adalah proses perubahan di dalam manusia.
Dan masalah-masalah yang terkait denga belajar dan pembelajaran adalah sulitnya belajar bagi anak, dalam hal ini beberapa factor yang dapat mempengaruhi kesulitan tersebut seperi yang telah dicantumkan dalam buku ini.
Dalam masalah tersebut perlunya ada bimbingan  dan penyuluhan atau memberikan bantuan  untuk peserta didik dan perlunya ada kolaborasi atau kerjasama antara guru denga orangtua dalam mengsukseskan belajar anak.
 Sumber
Zainal aqib.2003.Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran.Surabaya:Insan Cendikia.

Sumber yang lain kelupaan,,,khiiiiiii sorryyyy!!!!!!!!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar