Apabila ada kesalahan mohon kritik dan sarannya ya,,,^_^,,,,,,,, |
NO.
|
Materi
|
Pembahasan
|
Kesimpulan
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9
10.
|
Hakekat
Pembelajaran
Pengertian
Belajar
Prinsip-prinsip Belajar
Tipe-tipe
Belajar
Ciri-ciri Belajar
Konsep
dan Prinsip Belajar dan Pembelajaran
Faktor-faktor
kesulitan belajar
Bimbingan
dan penyuluhan di Sekolah
Tujuan bimbingan dan penyuluhan
Kolaborasi
Guru dengan Orantua untuk Suksesnya pembelajaran
|
Pembelajaran
adalah suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsure-unsur manusiawi,
materiel, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi
untuk mencapai tujuan pemebelajaran.
Suatu
system pembelajaran memiliki tiga cirri utama, yaitu memiliki rencana khusus,
kesalingketergantungan antara unsure-unsurnya, dan tujuan yang hendak dicapai.
Unsur
minimal dalam system pembelajaran adalah siswa, tujuan, dan prosedur,
sedangkan fungsi guru dapat dialihkan kepada media pengganti. Unsur dinamis
pada diri guru terdiri dari motivasi membelajarkan siswa dan kondisi guru
siap membelajarkan siswa. Unsur pemebalajaran konkruen dengan unsure belajar
yang meliputi motivasi belajar, sumber bahan beljar, alat bantu belajar,
suasana belajar, dan subjek yang belajar.
Ahli
pendidikan modern merumuskan bahwa perbuatan belajar sebagai berikut: “
belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang
yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman
dan latihan. Tingkah laku disini misalnya dari tidak tahu menjadi tahu,
timbulnya pengertian baru, serta timbul dan berkembangnya sifat-sifat social,
susila, dan emosional”.
Menurut
pendapat tradisional, belajar adalah menambah dan mengumpulkan sejumlah
pengetahuan.
a.
Belajar harus bertujuan dan terarah.
b.
Belajar memerlukan bimbingan, baik bimbingan dari
guru ataupun buku pelajaran itu sendiri.
c.
Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang
dipelajari sehingga diperoleh pengertian-pengertian.
d.
Belajar memerlukan latihan dan ulangan agar
apa-apa yang telah dipelajari dapat dikuasainya.
e.
Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi
saling pengaruh secara dinamis antara murid dengan lingkungannya.
f.
Belajar harus disertai keinginan dan kemauan yang
kuat untuk mencapai tujuan.
g.
Belajar dianggap berhasil apabila telah sanggup
menerapkan ke dalam bidang praktek sehari-hari.
Tipe
belajar yang dikemukakan oleh Gagne pada hakekatnya merupakan prinsip umum
baik dalam belajar maupun mengajar. Kedelapan tipe-tipe belajar sebagai
berikut:
a.
Belajar Isyarat
Seperti menutup mulut dengan telunjuk,
isyarat mengambil sikap tak bicara. Jadi, respons yang dilakukan itu bersifat
umum, kabur, dan emosional. Menurut Kimble (1961), bentuk belajar seperti ini
biasanya bersifat tidak disadari, dalam arti respons diberikan secara tidak
sadar.
b.
Belajar stimulus-respons (S-R)
Tipe belajar seperti ini bersifat
spesifik. Mencium bau masakan sedap, keluar air liur, itupun ikatan S-R.
Setiap respons dapat diperkuat dengan reinforcement.
c.
Belajar Rangkaian
Rangkaian seperti ini adalah semacam
rangkaian motorik, seperti gerakan mengikat sepatu, makan minum.
d.
Asosiasi Verbal
Hubungan atau asosiasi verbal
terbentuk bila unsure-unsurnya terdapat dalam urutan tertentu dan yang satu
mengikuti yang lain.
e.
Belajar Diskriminasi
Tipe belajar ini adalah pembedaan
terhadap berbagai rangkaian. Seperti membedakan berbagai bentuk wajah,
binatang, atau tumbuh-tumbuhan.
f.
Belajar konsep
Konsep merupakan symbol bepikir. Hal
ini diperoleh dari hasil membuat tafsiran terhadap fakta atau realita dan
hubungan antara berbagai fakta. Kemampuan ini orang bias apabila bias
diskriminasi.
g.
Belajar Aturan
Tipe belajar ini banyak terdapat dalam
semua pelajaran di sekolah, seperti benda memuai bila dipanaskan atau besar
sudut dalam sebuah segitiga sama dengan 180º. Oleh sebab itu dalam tipe ini
setiap dalil atau rumus yang dipelajari harus dipahami artinya.
h.
Belajar Pemecahan Masalah
Memecahkan masalah adalah biasa dalam
kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini perlu pemikiran. Kesungguhan memecahkan
masalah memperbesar kemampuan untuk memecahkan masala-masalah lain.
a.
Belajar berbeda dengan kematangan.
Pertumbuhan adalah saingan utama
sebagai pengubah tingkah laku. Bila tingkah laku matang melalui secara wajar
tanpa adanya pengaruh dari latihan, maka dikatakan bahwa perkembangan itu adalah berkat kematangan
dan bukan karena belajar.
b.
Belajar dibedakan dari perubahan fisik dan mental.
c.
Ciri belajar yang hasilnya relative menetap.
Hasil belajar dalam bentuk perubahan
tingkah laku. Belajar berlangsung dalam bentuk latihan dan pengalaman.
Tingkah laku itu berupa perilaku yang nyata dan dapat diamati.
Belajar
memiliki tiga atribut pokok antara lain:
a.
Belajar merupakan proses mental dan emosional atau
aktivitas pikiran dan perasaan.
b.
Hasil dari berupa perubahan perilaku, baik yang
menyangkut kognitif, psikomotorik, maupun efektif.
c.
Belajar berkat mengalami baik mengalami secara
langsung maupun mengalami secara tidak langsung (melalui media). Dengan kata
lain, belajar terjadi di dalam interaksi dengan lingkungan (lingkungan fisik
dan social).
Supaya
belajar berjalan secara efektif perlu diperhatikan beberapa prinsip antara
lain:
a.
Motivasi, yaitu dorongan untuk melakukan kegiatan
belajar, baik itu motivasi intrinsic maupun ekstrinsik.
b.
Perhatian atau pemusatan energy terhadap pelajaran
erat kaitannya dengan motivasi.
c.
Aktivitas belajar itu sendiri adalah aktivitas.
d.
Umpan balik di dalam belajar sangat penting,
supaya siswa segera mengetahui benar
tidaknya pekerjaan yang ia lakukan.
e.
Perbedaan individual adalah tersendiri yang
memiliki perbedaan dari yang lain.
Banyak
hal atau hambatan yang menyebabkannya, tetapi pada pokoknya dapat digolongkan
menjadi dua factor, yaitu:
a.
Faktor Indogin, ialah factor yang datang dari diri
pelajar atau siswa sendiri. Faktor ini meliputi:
·
Faktor biologis (factor yang bersifat jasmaniah),
misalnya:
1)
Kesehatan, factor penting di dalam belajar. Siswa
yang tidak sehat badannya, tentu tidak dapat belajar dengan baik.
2)
Cacat Badan, dapat juga menghambat belajar dan
yang termasuk cacat badan, misalnya setengah buta, setengah tuli, gangguan
bicara, tangan hanya satu, dan lainnya. Anak-anak seperti ini hendaknya di
masukkan ke pendidikan khusus.
·
Factor psikologis (factor yang bersifat rohaniah),termasuk:
1)
Intelegensi, bilamana pembawaan intelegensi anak
memang rendah, maka anak tersebut akan sukar mencapai hasil belajar yang
baik.
2)
Perhatian, untuk menjamin belajar yang baik,anak
harus ada perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya.
3)
Minat, bahan pelajaran yang menarik
minat/keinginan anak akan dapat dipelajari oleh anak dengan sebaik-baiknya.
4)
Bakat, anak memiliki bakat-bakat tersendiri
sehingga ia akan lebih menonjol ke peljaran-pelajaran yang memang bakat dia.
Oleh karena itu, bakat adalah hal yang juga, menentukan dalam kesuksesannya
belajar.
5)
Emosional, dalam keadaan emosi yang mendalam ini
tentu belajarnya mengalami hambatan-hambatan. Anak-anak semacam ini
membutuhkan situasi yang cukup tenang dan penuh pengertian agar belajarnya
dapat lancar.
b.
Faktor Eksogin, ialah factor yang datang dari luar
pelajar atau siswa. Factor ini meliputi:
·
Factor linkungan keluarga, meliputi:
1)
Faktor orang tua, Orang tua yang mendidik
anak-anaknya dengan cara memberikan pendidkan yang baik tentu akan sukses
dalam belajarnya. Maka, disinilah peran pentingnya orang tua sebagai factor
yang besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar anak.
2)
Factor suasana rumah, suasana rumah yang terlalu
gaduh atau ramai tidak akan memberikan anak belajar dengan baik. Misalnya,
rumah yang terlalu banyak penghuninya.
3)
Factor ekonomi keluarga, misalnya untuk membeli
alat-alat sekolah, dengan alat0alat yang tidak lengkap inilah yang akan
membuat anak mundur, kecewa dan putus asa sehingga dorongan belajar mereka
kurang sekali.
·
Factor lingkungan sekolah, linkungan sekolah
kadang-kadang menjadikan factor hambatan bagi anak, ternasuk factor ini,
misalnya:
1)
Cara penyajian pelajaran yang kurang baik,
2)
Hubungan guru dan murid yang kurang baik,
3)
Hubungan antara anak dengan anak kurang
menyenangkan,
4)
Bahan pelajaran yang terlalu tinggi di atas ukuran
normal kemampuan anak,
5)
Alat-alat belajar di sekolah yang serba tidak
memadai,
6)
Jam-jam pelajaran yang kurang baik.
·
Factor lingkungan masyarakat, termasuk lingkungan
masyarakat dapat menghambat kemajuan belajar anatara lain:
1)
Media massa, seperti bioskop, radio, televise,
surat kabar, majalah, dan sebagainya. Semua ini dapat member pengaruh yang
kurang baik terhadap anak.
2)
Teman bergaul yang memberikan pengaruh yang tidak
baik.
3)
Adanya kegiatan-kegiatan dalam masyarakat,
misalnya adanya tugas-tugas organisasi, belajar pencak silat, belajar menari,
dan sebagainya.
4)
Corak kehidupan tetangga.
Bimbingan
adalah proses pemberian bantuan yang terus-menerus dan sistematis dari
pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman
diri, penemuan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri dalam mencapai
tingkat perkembangan optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.
a.
Bimbingan dalam masalah-masalah pribadi, bantuan
yang diberikan kepada siswa dalam dalam hal memecahkan masalah-masalah
pribadi yang kompleks, terkait dengan kurang mampunya menyesuaikan diri
dengan keadaan dirinya.
b.
Bimbingan karir adalah suatu aktivitas atau
program membantu individu menerima, mengerti, dan mengintegrasikan
pengetahuan, pengalaman, dan apresiasi
yang berkenaan dengan:
1)
Pemahaman diri
2)
Pemahaman terhadap pekerjaan masyarakat dan
factor-faktor yang mempengaruhi perubahan secara tetap termasuk sikap dan
disiplin.
3)
Kesadaran pembagian waktu luang yang mungkin
dimainkan dalam kehidupan seseorang.
4)
Pemahaman terhadap kebutuahan dan berbagai factor
yang dipertimbangkan dalam perencanaan karier.
5)
Pemahaman terhadap informasi dan keterampilan yang
diperlukan untuk mencapai pemenuhan diri dalam bekerja dan waktu luang.
6)
Belajar dan meberapkan prosses pengambilan
keputusan karier.
c.
Bimbingan karir kelompok, keterlibatan 3 orang
atau lebih dalam suatu hubungan atau relasi konseling yang difokuskan pada
klasifikasi dan kebersamaan informasi yang diperlukan dalam perencanaan
karir.
d.
Bimbingan kelompok, memakai kelompok sekedar
sebagai tempat, wadah, atau sasaran dilaksanakannya suatu usaha bimbingan,
sedangkan dalam arti luas bimbingan kelompok mempergunakan dinamika kelompok
yang benar-benar terarah dan positif untuk membantu memperkembangkan dirinya
sendiri dalam menanggulangi masalah-masalah.
e.
Bimbingan Menggunakan waktu luang, bantuan yang
diberikan kepada siswa dalam hal bagaimana menggunakan waktu lauangnya
sehingga dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan produktif.
f.
Bimbingan Pendidikan, bantuan yang diberikan
kepada individu siswa mengalami masalah atau kesulitan dalam bidang
pendidikan agar mereka mampu untuk:
·
Mengenal situasi pendidikan yang dihadapi,
·
Mengenal study lanjut yang akan dimasuki,
·
Mampu membuat rencana pembelajaran yang akan
ditempuhnya di masa yang akan dating sesuai dengan cita-cita, bakat, minat,
dan kemampuannya,
·
Mampu memilih jurusan atau program pendidikan.
g.
Bimbingan pengajaran atau belajar, bantuan yang
diberikan kepada individu siswa dalam masalah pengajaran dan belajar,
terutama membantu individu siswa agar mampu belajar secara efektif dan
efesien baik secara individual maupun kelompok.
h.
Bimbingan social, bantuan yang diberikan kepada
siswa agar dia dapat menyesuiakan dirinya dalam lingkungan sosialnya.
i.
Bimbingan Pekerjaaan, proses membantu seseorang
untuk menegembangkan dan menerima suatu integrasi dan gambaran yang kuat
tentang dirinya dan perannya dalam dunia kerja, dengan menguji atau mengetes
konsep ini terhadap realitas, dan memuaskan dirinya dan menguntungkan
masyarakat.
j.
Penyuluhan atau Konseling, istilah penyuluhan atau
konseling ini secara umum dapat diartikan sebagai suatu upaya bantuan diberikan
kepada klien agar klien memperoleh konsep diri, pada akhirnya dalam hal
penyuluhan atau konseling ini memperoleh konsep diri yang sewajarnya tentang:
1)
Dirinya sendiri,
2)
Orang lain,
3)
Pendapat orang lain tentang dirinya,
4)
Tujuan-tujuan yang hendak dicapainya,
5)
Kepercayaan.
Membantu siswa
agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi,
social, pendidikan, dan karier sesuai dengan tuntutan lingkungan.
a.
Memberikan dukungan dan dorongan secara wajar (supporting),
b.
Memahami bahwa setiap individu berbeda-beda (understanding),
c.
Memberi perhatian anak secara wajar oleh orangtua
dan mengarahkan usaha anak, memberikan pujian, bantuan, dan dukungan ketika
dibutuhkan oleh guru (caring),
d.
Berbicara sesuai dengan pikiran dan mengutarakan
oleh orang tua dan memberikan waktu anak berintegrasi dengan yang lain (communication),
e.
Memberikan peluang untuk bereksperimen dan
memcahkan masalah (eksperimentation)
f.
Mendorong anak untuk mengungkapkan perasaan,
pengalaman, pikiran dan menawarkan saran-saran oleh orang tua, mendorong anak
untuk bertukar pikiran oleh guru (sharing),
g.
Memuji anakk serta kretivitasnya oleh orantua,
menghargai dan memuji pencapaian anak sekecil apapun itu (success).
|
Pengeryian
pembelajaran disini adalah proses mempersiapkan peserta didik untuk menjadi
warga masyarakat yang baik dan sesuai yang diharapkan ke depannya.
Belajar
adalah proses perubahan di dalam manusia.
Dan
masalah-masalah yang terkait denga belajar dan pembelajaran adalah sulitnya
belajar bagi anak, dalam hal ini beberapa factor yang dapat mempengaruhi
kesulitan tersebut seperi yang telah dicantumkan dalam buku ini.
Dalam
masalah tersebut perlunya ada bimbingan
dan penyuluhan atau memberikan bantuan
untuk peserta didik dan perlunya ada kolaborasi atau kerjasama antara
guru denga orangtua dalam mengsukseskan belajar anak.
|
Sumber
Zainal aqib.2003.Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran.Surabaya:Insan
Cendikia.